Jumat, 29 Januari 2016


Maiyah Kanoman Pemalang
Mukodimah : TA[N]PA CINTA
Oleh : REDAKSI MAIYAH KANOMAN PEMALANG



kalau kita kita keluar rumah, seringkali melihat seseorang memakai pakaian bergambar atau tulisan yang berisi sebuah pernyataan ekspresional tentang cinta. Misalnya I Indonesia, I Bali, dan seterusnya. Mungkin kaos itu ada di rak lemari kita juga. Seperti itukah cinta?
Kalau kita melihat tayangan dan pemberitaan media-media tentang kondisi sekarang, seberapa mungkinkah kejadian-kejadian tersebut kita terima, kita sebut dan kita maknai sebagai wujud cinta?
Kalau kita mengatakan: “Aku cinta padamu” apakah sama arti dan muatan yang dikandungnya dengan ketika kita mengatakan: “Cintakah kau padaku?” Jika cinta itu seni, maka ia membutuhkan pengetahuan dan usaha. Ataukah cinta itu hanya perasaan menyenangkan, yang kebetulan jatuh pada mereka yang beruntung? Begitulah penulis buku the art of loving, Erich fromm, bertanya.
Kalau ada ungkapan ‘jatuh cinta’, apakah bahwa ada pengandaian penarikan garis up and down saja terhadap cinta?
Banyak sekali memang ungkapan tentang cinta, ada satu yang menarik yaitu cinta adalah anugrah. Dibandingkan dengan kebanyakan, yang menyebut bahwa cinta adalah pengorbanan, adalah memberi, adalah berbagi, adalah mengerti, adalah memahami, adalah mengasihi, dan serta adalah – adalah yang lain tentu cinta melingkup semua adalah itu bahkan jauh melampaui semua adalah yang ada.
Lantas, bagaimana cara kita mengetahui bahwa kita benar-benar mendapat anugrah cinta, atau jika kita ingin memiliki cinta untuk modal mencintai, apakah bisa dicapai?
Sudah cukupkah cinta tanpa mencintai? Dalam Maiyah, kita senantiasa berusaha menyambungkan segala sesuatu dalam cinta segitiga yaitu Allah SWT – Rasulullah SAW – kita (manusia).
Dan maiyah kanoman pemalang kali ini melakukan pengusahaan metani, bertadarus tentang cinta. Apakah sesuatu yang ada di dalam diri dan diluar diri kita, dengan cara pandang, jarak pandang, dan sudut pandang tertentu bisa kita pelajari dan pahami secara objektif, apakah memiliki muatan tapa (reflektif-meditatif) atau sebaliknya bermuatan tanpa cinta. #RedMKPJan2016

TA[N]PA CINTA menjadi tema Maiyah Kanoman Pemalang pada edisi ke 16 Bertempat di Sanggar Laron Kobong - Desa Mandiraja - Moga – Pemalang, hari Sabtu tanggal 31 Januari 2016, mulai pukul 20:00. Selamat datang dengan cinta tanpa pura-pura.

Rabu, 27 Januari 2016

Maiyah Kanoman Pemalang

Tadarus wulanan bareng teman-teman, terbuka untuk umum dan kopi bawa sendiri-sendiri. Majelis Masyarakat Maiyah-Maiyah kanoman Pemalang|"Ta[n]pa cinta"|31 januari 2016|20.00|Sanggar Laron Kobong|Desa mandiraja-Moga-Pemalang.